Senin, 19 Desember 2011

Oemar Bakti

Tas hitam dari kulit buaya

"Selamat pagi!", berkata bapak Oemar Bakri

"Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali!"

Tas hitam dari kulit buaya

Mari kita pergi, memberi pelajaran ilmu pasti

Itu murid bengalmu mungkin sudah menunggu


(*)

Laju sepeda kumbang di jalan berlubang

S'lalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang

Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang

Banyak polisi bawa senjata berwajah garang



Bapak Oemar Bakri kaget apa gerangan

"Berkelahi Pak!", jawab murid seperti jagoan

Bapak Oemar Bakri takut bukan kepalang

Itu sepeda butut dikebut lalu cabut, kalang kabut, cepat pulang

Busyet... Standing dan terbang


Reff.

Oemar Bakri... Oemar Bakri pegawai negeri

Oemar Bakri... Oemar Bakri 40 tahun mengabdi

Jadi guru jujur berbakti memang makan hati

Oemar Bakri... Oemar Bakri banyak ciptakan menteri

Oemar Bakri... Profesor dokter insinyur pun jadi

Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri



Kembali ke (*)

Bapak Oemar Bakri kaget apa gerangan

"Berkelahi Pak!", jawab murid seperti jagoan

Bapak Oemar Bakri takut bukan kepalang

Itu sepeda butut dikebut lalu cabut, kalang kabut

Bakrie kentut... Cepat pulang

Oemar Bakri... Oemar Bakri pegawai negeri

Oemar Bakri... Oemar Bakri 40 tahun mengabdi

Jadi guru jujur berbakti memang makan hati

Oemar Bakri... Oemar Bakri banyak ciptakan menteri

Oemar Bakri... Bikin otak orang seperti otak Habibie

Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri


Nah disini saya ingin membahasa tentang pahlawan tanpa tanda jasa kita. Yup mereka adalah guru yang dengan tulus memngajari kita dari nol bahkan hingga ada yang menjadi seorang presiden. Yah mereka patut berbangga karena telah menjadi seorang guru yang sangat berjasa.

Sebenarnya saya ingin mengupas tentang lirik diatas, lirik yang mneceritakan seorang guru. Memang pada waktu itu guru belum mendapatkan perhatian seutuhnya dari pemerintah. Tapi sekarang pemarintah sudah mau memerhatikan nasib guru. Tapi bagaimana dengan guru yang ada dipedalaman? Dearah yang tidak terjamah oleh dinas pendidkan ah jangankan dinas rasanya anggota DPR pun engga kesana. Lihatlah berapa ironinya negeri inio. Ketiak sebagian guru bisa menikmati segala perhartian dari pemerintah. Tapi look guru dipedalaman meraka dengan tulus iklhas mengahari murid-muridnya. Sudah semsetinya pemerintah tidak hanya fokos pada guru-guru kota. Pemerintah juga harus fokus pada guru-guru didaerah pedalaman yang yah hampir tidak pernah terjamah oleh dinas. AYo pemerintah bangun lihat masih banyak sosok guru yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah mau pun pusat :)


xoxoxox

nadyaaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar