
BIG THANKS FOR “Bapak Pendidikan Nasional” !
Bapak Ki Hajar Dewantara. Kenal dong sama pria tangguh yang satu ini? sosok pemberani, cerdas, kritis, dan selalu berfikiran maju, pokoknya beliau cocok banget deh kalian pilih buat jadi motivator. Nama aslinya Raden Mas Suwardi Suryaningrat *kerenkan?-lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.
Bapak Ki Hajar Dewantara bersama rekannya Dr. Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker mendirikan Indiache Partij *bukan boyband!-yaitu sebuah organisasi yang terbentuk pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia Merdeka. *please give thumbs for them!
Nggak cuma itu aja, Bapak Ki Hajar Dewantara juga pernah menulis kritikan-kritikan terhadap pemerintahan hindia Belanda melalui media seperti “Sedyotomo”, “Midden Java”, “De Express” dan “Utusan Hindia”. Karangannya yang berjudul Als Ik Een Nederlender Was (Seandainya Aku Seorang Belanda), berisi sindiran dan kecaman pedas terhadap pemerintahan Belanda, akibatnya ia dibuang ke Belanda. Eiitt.., tapi jangan salah, bukan berarti karena dibuang ke Belanda, beliau jadi “diam” dan nggak berbuat apa-apa. Justru beliau menjadikan itu sebagai kesempatan untuk memperdalam ilmu di bidang pendidikan dan pengajaran. *ckckck... cowok idaman banget yah.
Setelah kembali dari Belanda, beliau mendirikan Perguruan Taman Siswa pada 2 Juli 1922 yang bercorak nasional, kepada murid-muridnya agar mencintai Bangsa dan Tanah Air serta berjuang mencapai Indonesia Merdeka. Beliau juga memiliki semboyan dalam bidang pendidikan, yaitu :
Pertama, Ing Ngarso Sung Tulodo *yang belum beli kamus jawa, buruaaaan!-artinya di depan memberikan contoh teladan yang baik. Ketika ‘Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan’ berada ‘di depan’ ia dapat memberikan teladan yang baik dan benar, agar kita bisa mengikutinya dan menjadikannya acuan.
Kedua, Ing Madyo Mangun Karso artinya di tengah membangkitkan semangat. Ketika berada di tengah, ia dapat memberikan semangat dan motivasi buat mengejar cita-cita kedepan.
Dan terakhir, Tut Wuri Handayani artinya dari belakang memberikan dorongan. Agar kita bisa lebih baik dan mudah untuk ‘melangkah’ ke depan, kita mesti berfikir maju dan mendapatkan ‘dorongan’ atau dukungan.
Atas jasanya di bidang pendidikan, maka Bapak Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Untuk mengenang jasanya, maka setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Bapak Ki Hajar Dewantara diangkat oleh Presiden kita, Bapak Ir. Soekarno sebagai Menteri Pengajaran I. Pada tanggal 28 April 1959 Bapak Ki Hajar Dewantara meninggal di Yogyakarta.
Meskipun kini Bapak Pendidikan Nasional kita telah tiada, semoga ‘Semangat Pendidikan’ yang beliau kobarkan masih terus menyala hingga generasi-generasi berikutnya, mengingat pentingnya pendidikan buat negara kita. Sebuah bangsa akan benar-benar merdeka jika rakyatnya peduli akan “PENDIDIKAN”. Coba bayangkan, andai semua orang di dunia ini memiliki semangat positif untuk menambah ilmu pengetahuan seperti Bapak Ki Hajar Dewantara? Yakin deh, dunia bakal indah tanpa penderitaan! So, kobarkan “Semangat Pendidikanmu” sekarang!
(by. Febthia Rika Ramadhaniah)